Tuesday, October 12, 2010

LELAH BERLARI

Melihat seekor kuda berlari, rasa mahu jadi seperti itu. Berlari laju, kencang, gagah dan berani. Apa jua yang di depannya, pasti diredah. Langsung tidak memikirkan apa yang bakal di langgarnya.

Ooo....Kuda ku lari gagah berani
Ayuh lari..
Hai kuda ku lari...

<
Teringat senikata lagu Kuda ku Lari Kencang. Lari, dan terus berlari... Walau selaju mana, kuda itu pasti akan lelah jua. Lariannya pasti akan mula perlahan, halajunya berkurangan. Pasti!

Begitu juga dengan hidup manusia. Dalam meniti arus kehidupan ini, dalam langkahnya yang melaju, kadang-kala dia tersungkur, terjelepuk atau terhenti seketika. Kalau tidak dek batu penghalang, pasti kerana langkahnya sendiri yang sumbang.



Semalam, bertemu dengan seorang teman. Sudah lama tidak berbual tentang masalah ummat (padahal duduk 1 level atas levelnya saja). Rasa gembira dalam hati ini dapat bertemu dan berbual dengannya. Berbunga hati ini Allah saja yang tahu.



Ada satu kata-kata yang begitu menarik hatiku. Kata-kata temanku itu...

Dalam hidup ini, kita perlu ada bekal. Kalau kita tiada bekal, maka di saat kita kelelahan itu, kita akan terus lelah. Dengan bekal lah, kita mendapatkan kekuatan semula. Tenaga, motivasi dan semangat (mungkin aku olah sedikit kata-kata ini).

Adakah aku telah menyiapkan bekalan untuk aku bawa sepanjang hidup ini? Apa bekalannya?



Tiba waktunya kini untuk kubangkit menambah bekal. Bukan lagi duduk termenung mengenangkan nasib. Merintih kesedihan, kemunduran, kegagalan, kekesalan dan kedukaan.

Mulailah menambah bekal wahai diri...Alangkah indah andai bekal imanku berwarna-warni seperti ini...



Ini lebih menenangkan hatiku...

Dan apabila tuhan kamu berkata kepada para malaikat, sesungguhnya aku hendak menjadika di atas muka bumi KHALIFAH..(Al BAqarah 2: 30)

Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk BERIBADAH kepada-Ku (Adz-Dzariyat 51:56)

Sekarang...bekalnya?

Manusia sering lupa...sifatnya..aku perlu baca kembali buku ini..buku yang pernah mengalir air mataku..buku yang membakar api imanku...buku yang telah lama aku abaikan sehingga berhabuk... inilah...


Kalau sekadar baca sahaja tapi tak praktik...tak guna juga! Teori pandai, bab aplikasi, langsung tiada...

Dush!! (aku terkena lagi)

Jadi di sini...saya nak kongsi satu blog ni... sangat-sangat tertarik dengan penulisannya.. Kena benar dengan situasi saya sekarang...

Gambar-gambar dalam entry kali ni pun banyak dari entry blog tu...(kira ciplak la kan?)
Dalam kebaikan, perkongsian iman, tiada istilah ciplak...betul ke? Pendapat masing-masing la...

Inilah blog tersebut...


Selamat bermuhasabah...terutama buat diriku yang statusnya,

" I am exhausting...of motivation"

saat ini...

1000 TAHUN VS 1 MINIT?



Sebuah pertemuan telah terlaksana semalam. Pertemuan 11 jiwa, dalam rangka berkongsi iman dan ilmu. Dalam rangka mengharap redha-Nya.

Hatiku yang kering, tersimbah lagi dek siraman murni dari pembinaku. Alhamdulillah, tiba-tiba sensor energiku bergetar dengan getaran yang deras.

Dup, dap, dup, dap...

Hatiku terganggu. Bukan yang membencikan tapi, terganggu yang seakan dipukul hingga tersedar dari lena yang lama.

Lantas, obor energiku bagai ternyala sumbunya... Melonjak-lonjak hati ini mahu berkongsi dengan semua.

Kata-kata yang membuatkan hatiku terpukul...

"Antara 1000 tahun dengan 1 minit, yang mana lebih dekat dengan kita?"


Kami berpandangan sesama sendiri. Ada yang faham tapi kurang jelas. Ada yang langsung tak faham.

Ayat itu disambung lagi...

" Antara 1000 tahun yang akan datang dengan 1 minit yang baru berlalu, yang manakah lebih dekat dengan kita?"


Itu yang sempurna ayatnya.

Kami semua mengangguk...tanda faham. Keadaan bingit sebentar..

Itulah yang mahu kukongsikan bersama anda semua.. 1 minit yang berlalu terus akan meninggalkan kita. Tanpa menoleh walau sedikitpun..

Kita?

Apa yang telah kita laksanakan selama hidup kita? Adakah kita benar-benar telah memanfaatkan sepenuhnya sisa-sisa waktu kita di dunia ini? Aku masih lagi terpukul dek kata-kata itu.

Namun, harus bagaimana kubermula?

Sunday, October 10, 2010

SENI MENIKMATI UJIAN


Mendengar satu demi satu musibah yang menimpa akhawat, hati ini turut merasa sekali...
Musibah dan ujian yang dtg umpama tarbiyah langsung dari Allah..

sungguh beruntung orang beriman....
bila diuji dengan kebahagiaan, ia bersyukur...
bila diuji dengan derita, ia bersabar..
kedua-duanya ada ganjaran...
begitulah...yang kita perlu sentiasa tanamkan..

Kadang-kala, untuk mendapatkan satu ciri itu, kita perlu membayar harga yang mahal...


semoga setiap daripada kita yang diuji, mendapatkan apa yang Allah mahu beri padanya..

Buat akhawat yang sdg ditimpa musibah...atau sedang diuji (terutama buat diriku saat ini...),

Ubahlah musibah itu menjadi hiburan..kerna itulah seni menikmati ujian..

semoga akhawat terus teguh...amiin..

Terimalah...

UJIAN(Mustika)

Ujian Yang Melanda
Mengundang Resah Jiwa
Mengajar Diri Kita Sebagai Hamba
Mengadu KepadaNya Segala-Gala

Kesusahan Yang Tiba
Menimpa Diri Kita
Adalah Sementara Tanda KasihNya
Mendidik Jiwa Kita Menguji Kesabaran

Semua Hanya Dugaan Daripada Tuhan
Yang Menyayangi Kita
Menghapuskan Dosa Dan Mendapat Pahala
Yang Berganda Dan Berharga

Menghapuskan Dosa
Jika Kita Sabar Dan Berdoa

Ujian Yang Melanda
Mengundang Resah Jiwa
Mengajar Diri Kita Sebagai Hamba
Mengadu KepadaNya Tuhan Yang Esa

Semua Hanya Dugaan Daripada Tuhan
Yang Menyayangi Kita
Menghapuskan Dosa Dan Mendapat Pahala
Yang Berganda Dan Berharga

Menghapuskan Dosa
Jika Kita Sabar Dan Berdoa

Thursday, September 30, 2010

NOTA TERAKHIR




Sekarang, aku lebih banyak menyendiri, mengintrospeksi diri. Terlalu banyak telah aku sia-siakan. Motivasiku juga semakin menipis. Aku butuh waktu untuk menata kembali segala urusan hidupku. Kini, aku bagaikan hilang identiti diri. Semangat yang dulu membara, kini malap, bahkan terpadam sama sekali.

Mungkin, aku patut menutup blog ini. Kerana blog yang pada mulanya kucipta untuk berkongsi motivasi dan juga memberi motivasi, kini memakan diri sendiri..

Aku berasa sangat-sangat sedih atas apa yang menimpa hidupku saat ini. Namun, di mana harus kubermula semula?

Daripada blog ini menjadi fitnah buat diriku sendiri, lebih baik ia terkubur..Aku mohon maaf kepada semua yang mengikuti blog ini, atau yang pernah membaca artikel dari blog ini. Aku tak dapat nak teruskan sumbanganku, tak dapat lagi menumpahkan motivasi buat semua..

Semoga terus berkongsi motivasi..

Terima kasih atas segalanya..

Aku berjanji untuk kembali beraksi setelah semangatku hadir semuala. Pasti! InsyaAllah!


Monday, September 27, 2010

PENILAIAN DAN HUKUMAN




Kadang-kadang manusia hanya pandai menilai lalu menjatuhkan hukuman. Percayalah, penilaian Allah itu yang utama. Manusia melihat kelesuan seseorang, kelemahan seseorang... Lalu terus melabelkan ia sebagai 'kefuturan'. Namun jarang sekali bahkan tiada yang bertindak untuk mencari punca. Bahkan punca itu ditenggelami oleh keghairahan untuk melaju. Yang perlahan, jauh ditinggalkan di belakang...


...to be continued...

Monday, August 2, 2010

Quick Checklist of Ramadhan


I came across this checklist by chance, unfortunately I do not know whom to give the credits for it, but I thought I might share it with the readers of my blog.

1. Make a resolve to win the maximum favour of Allah: perform extra voluntary prayers (Nawaafil), make frequent Du'a and increase remembrance (Dhikr).

2. Try to recite some Qu'ran after every Prayer. In fact if you read 3-4 pages after every Prayer you can easily finish the entire Quran in Ramadan! Study the Quranic Tafseer (commentary) every morning.

3. Invite a person you are not very close with to your home for Iftar, at least once a week. You will notice the blessings in your relationships!

4. Bring life to your family! Everyday, try to conclude the fast with your family and spend some quality time together to understand each other better.

5. Give gifts on 'Eid to at least 5 people: 2 to your family members, 2 to your good friends, and 1 to a person whom you love purely for the sake of Allah.

6. Commit to an Islamic study circles to enhance your Islamic knowledge and practice. Plan to complete reading a book on Prophet Muhammad’s (pbuh) life in these 30 days.

7. Donate generously to the masajid, Islamic organizations, and any where people are in need. "This is a month of sharing!"

8. Share Ramadan and its teachings of love & patience with your neighbours. Learn how at http://www.soundvision.com/info/ramadan/

9. Initiate a project to promote or revive a ‘forgotten’ social cause in the Muslim and non-Muslim community: fight against racism, AIDS, drugs, cancer, smoking…etc

10. Did you know, our society, which constitutes only 20% of world’s population, actually consumes 80% of world’s resources! Volunteer at food bank or Anti-Poverty campaign, while fasting!

11. Seek the rare and oft-neglected rewards of 'the night better than a 1000 months', Laylatul-Qadr.

12. Weep in private for the forgiveness of your sins: It is the month of forgiveness and Allah's Mercy! It's never too late.

13. Learn to control your tongue and lower your gaze. Remember the Prophet's warning that lying, backbiting, and a lustful gaze all violate the fast! Abandon foul language forever.

14. Encourage others to enjoin and love goodness, and to abandon everything evil. Play the role of a Da'ee (one who invites to Allah) with passion and sympathy.

15. Experience the joy of Tahajjud prayers late at night and devote yourself purely and fully to Allah in the I'tikaf retreat during the last 10 days of Ramadan.

In sha Allah you might find this useful.

Tuesday, July 20, 2010

STABILIZE MYSELF





Bersendiri dgn Allah... duduk berteleku, mengadu segala rintih sayu buat-Nya..
Memang itulah agenda utama seorang da'ie..
Namun, kesendirian itu tidak boleh terlalu lama..
kerana musuh utama syaitan akan sentiasa membisikkan pujuk rayunya...akan memasukkan jarum bisanya...agar kita mula rasa selesa dgn sepi, rasa tenang dgn sendiri..rasa bahagia tanpa teman di sisi...

Pernah diri ini diuji hebat, tidak berapa lama dulu, saat bermulanya tamrin akhawat di Ansar..
Begitu dahsyat pujukan itu, godaan itu dtg bgaikan hujan peluru..rasa ign jauh dari majlis ilmu, bersendirian, bersantai tenang bersama keluarga...

Namun, di situ iman teruji...benteng iman yg goyah harus dipancak semula...sungguh sakit, tangis, sendu terus mengamuk dlm jiwa...

Istighfar saat itu...
mohon perlindungan dari syaitan yg direjam...
sgt sakit...namun itulah jihad linafsih..

Alhamdulillah...akhirnya mata hati bertemu akhawat...
rindu menyubur mekar...
kasih harum mewangi..

Ya, akhirnya diriku menang hari itu!
Namun, aku kan terus berjuang kerana
musuh itu pasti kan dtg lg saat hatiku sakit, saat hatiku hiba, saat aku keliru dan saat aku mahu bersendiri..

Semoga aku kan terus kuat..teguh..kukuh...
Memegang panji Allah, ats nama seorang da'i..
Bersama akhawat tercinta...
Doakan agar diri ini dan akhawat semua kan terus tsabat...amin~